Rabu, 20 November 2013

Resensi Film "The Billionaire"



Judul Film         : The Billonaire
Sutradara         : Songyos Sugmakanan
Pemain               : Pachara Chirathivat ( Top Ittipat )
                           Walanlak Kumsuwan ( Lin, Pacar Ittipat )

                           Somboonsuk Niyomsiri ( Paman Ittipat )
Genre                : Drama
Asal Negara      : Thailand
Bahasa              : Thailand
Produksi            : GMM Thai Hub (GTH)
Durasi               : 131 menit



Film – film drama dari Thailand memang sangat menarik, salah satunya “The Billionaire” Film kisah nyata dari pengusaha muda bernama Top Ittipat yang mencetuskan cemilan dari rumput laut Tao Kae Noi, sebenarnya bukan Top yang pertama kali membuat cemilan itu, dia hanya memperbarui dan mengembangkan cemilan dari provinsi Rayong. Biar lebih jelas ceritanya silahkan menyimak resensi filmnya.

Ittipat Kulpongwanich atau lebih dikenal dengan nama Top, seorang pemuda yang sangat gemar bermain game online sejak duduk di bangku SMA. Bahkan saat didalam kelas Top masih bermain game kegemarannya. Suatu saat ketika sedang bermain game online, ada member lain dari game online tersebut bernama Jack ingin membeli senjata milik Top. Awalnya Top tidak ingin menjual senjatanya, namun setelah ditawari akan diberi uang sebesar 30 Bath yang ditransfer melalui rekening pamannya, akhirnya Top berani untuk menjualnya. Dari penjualan senjatanya itulah, dia semakin lama semakin mendapat keuntungan yang cukup besar sampai dia pun mampu membeli sebuah mobil. Top mulai melakukan sebuah bisnis dari situ, Namun, kedua orang tua Top tidak setuju akan apa yang dilakukan oleh Top mengenai perdagangan senjata game online. Saat orang tua Top mengetahui bahwa anaknya tidak diterima di Universitas Negeri, orang tuanya pun kecewa dan marah dengan kelakuan Top yang tidak menghiraukan pendidikannya.

Keesokan hari, akun game online Top dihapus oleh admin game online tersebut karena telah dianggap menyalahgunakan game untuk melakukan perdagangan, dia pun bingung bagaimana untuk mendapatkan uang lagi seperti sebelumnya untuk biaya masuk Universitas. Namun Top adalah seseorang yang tidak pantang menyerah, Top pun berinisiatif untuk membuat bisnis baru membuka toko DVD player. Tapi naas Top ditipu, dvd player berjumlah 50 unit itu ternyata rusak semua karena berupa DVD Player bajakan. Setelah itu Top memasuki tempat Food Expo, ia melihat mesin pembuat kacang sangria, Top berfikir mencoba untuk membuat peluang bisnis baru, yaitu ingin berjualan kacang. Ia pun mulai melakukan survey di lapangan dan melakukan berbagai macam cara untuk membuat kacang yang diminati oleh pasar, dan akhirnya Top berhasil membuat kacang yang enak. Top menyewa lokasi di mall untuk berjualan kacang. Namun kacang yang dijual Top tidak seberapa laku karena dirasa lokasinya tidak strategis, dan dia pun pindah ke lokasi yang dirasa cukup strategis, yaitu di dekat pintu masuk mall. Hari pertama pun, kacang Top laku habis. Tanpa fikir panjang ia segera membuat cabang bisnis kacangnya. Beberapa hari kemudian bisnis kacang Top mulai terancam untuk diberhentikan karena oleh pihak mall terlihat dagangan kacang Top mengotori atap mall.
Suatu malam, kedua orang tua Top mengajak Top untuk pindah ke cina, namun Top bersikukuh untuk tetap tinggal di Thailand melanjutkan bisnisnya. Sayang sekali bisnis kacang Top harus berhenti sampai disitu karena lokasi dagangannya telah dijual ke pihak lain.

Pagi hari, Top mengetahui bahwa rumahnya telah akan disita. Top pun sedih tidak tahu harus berbuat apa, sampai ketika ia bertemu dengan kekasihnya yang baru pulang dari Rayong dan membawa oleh-oleh cemilan rumput laut. Setelah ia mencoba rumput laut tersebut, ternyata rasanya sangat enak. Dari situlah, Top memulai memikirkan bisnis baru yaitu, bisnis makanan rumput laut. Top berusaha merintis bisnis barunya dengan baik dan dia belajar ke ahlinya untuk membuat rumput laut. Awalnya, hasil gorengan rumput laut oleh paman dan Top tidak ada yang berhasil aliat terasa pahit semua. Namun, karena suatu kejadian yang dialamin oleh pamannya, ada satu bungkus rumput laut yang terkena air hujan. Dari situlah, rumput laut yang dogoreng Top rasanya menjadi enak, ternyata harus dibasahi terlebih dahulu baru digoreng. Top mulai memproduksi rumput laut tersebut dalam jumlah banyak untuk dijual. Ia menjual daganganya di counter pusat perbelanjaan. Ternyata memang benar, dagangan Top laku keras.

Kemudian Top mencoba untuk bekerja sama  dengan 7-eleven, ia menawarkan produk rumput lautnya. Namun pertama kali ia datang, produknya ditolak karena dengan alasan kemasan rumput laut Top tidak layak jual dan terlalu besar, serta harga jual rumput laut Top yang juga dirasa cukup mahal oleh 7-eleven. Top tidak menyerah begitu saja, ia mencoba untuk merubah desain kemasannya dengan bantuan seorang designer. Ia menamakan produknya dengan nama Tao Kae Noi yang artinya pengusaha muda.

Dengan semangat, ia kembali ke 7-Eleven, namun ia gagal bertemu dengan manager 7-eleven. Akhirnya, Top memberikan sample produknya kepada satpam penjaga lift di sana. Dan ternyata produknya diambil oleh beberapa karyawan di gedung itu. Di saat Top merasa putus asa, tiba-tiba ia di hubungi oleh pihak 7-Eleven karena produknya diterima. Top sangat senang dan ia segera menandatangani kontrak yang dibuat oleh 7-eleven. Dari salah satu kontrak tersebut menyebutkan bahwa Top harus memproduksi 72000 kemasan untuk dikirim ke 6000 cabang, tentu saja ia harus memiliki pabrik, karena selama ini ia menggoreng rumput laut hanya di rumah.

Kemudian ia teringat keluarganya masih mempunyai sebuah ruko kecil. Maka ia merenovasi kantor tersebut menjadi sebuah pabrik. Pada akhirnya, kerja keras dan semangatnya berbuah hasil. Ia berhasil merenovasi kantor ayahnya menjadi pabrik dan mempekerjakan beberapa karyawan. Namun pada saat pihak 7-eleven menginspeksi pabrik Top, 7-eleven merasa pabrik Top belum memenuhi standart. Lagi-lagi Top tidak menyerah begitu saja, ia segera menyempurnakan apa saja yang masih kurang dan akhirnya kontraknya disetujui.

Akhirnya, setelah 2 tahun, Top mendapat hasil kerja kerasnya, dia bisa melunasi hutang kedua orang tuanya. Di usianya 26 tahun, ia berhasil memiliki pendapatan tahun 2010 mencapai sebesar 1.500 juta bath (Rp 450 Miliyar), memiliki 2500 karyawan, mengirim produknya ke 6000 cabang 7-eleven. Mengeskspor cemilan rumput lautnya ke 27 negara di dunia, dan memiliki perkebunan rumput laut di Korea Selatan.

Kelebihan dan Keurangan :

Kelebihan dari film ini sangat banyak dan berguna bagi penonton, salah satunya jangan mudah meyerah apabila mendapat kegagalan, ada beberapa orang berpendapat “Kegagalan adalah awal keberhasilan” entah itu benar atau tidak.

Kekurangan dari film ini mungkin ada di awal film ketika Top bermain game di dalam kelas saat guru sedang menjelaskan pelajaran, tapi itu semua tergantung dari kita sebagai penonton menilai adegan tersebut sebagai apa, bisa menjadi positif bila contoh itu dimaknai agar tidak melakukan perbuatan seperti Top di dalam kelas.

Pesan yang dapat diambil dari film :
-       
    Jangan mudah menyerah
-      Yakin akan apa yang kita lakukan pasti berhasil
-      Jujur dalam segala hal
-      Mau/ada keninginan untuk belajar hal yang ingin kita ketahui
-      Berkorban untuk mendapatkan sesuatu yang diinginkan